Headlines News :
Home » » Mobil Murah Vs Sepeda Motor : Kekawatiran atau peluang ?

Mobil Murah Vs Sepeda Motor : Kekawatiran atau peluang ?

Written By loving yamaha sbm on Senin, 27 Agustus 2012 | 23.57


Guys,
Sebuah media nasional telah memuat berita otomotif tentang mobil murah yang disebut sebagai low cost & green car (LCGC). Tak tanggung-tanggung produsen sekelas Toyota yang akan memulainya, bahkan beberapa sumber telah memberitakan, mobil tersebut akan mejeng di IIMS, 2012 nanti di Jakarta.

Tentang nama, konon, mobil yang termasuk dalam kategori City Car tersebut ada yang menyebutnya Agyna. Beberapa sumber lagi menyebut dengan sebutan Wego. Dalam bahasa produksi ala Toyota mobil yang berkapasitas 1.0 liter ini dikenal sebagai bagian dari "Project A". Dan, tahukah anda berapa harganya ? Konon mobil tersebut hanya dibandrol dengan anka Rp. 80 Juta. Wow....

Guys,
Bila berita ini benar ( Mungkin memang benar ), kira-kira apa yang ada dibenak anda? Wokey...bisa beli mobil kali ya.... .kenapa ? yah, harga terjangkau dibawah seratus juta sih. Kira-kira bisakah diserap pasar nasional dan akhirnya laris manis seperti bak kacang goreng di warung "Bang Mbendol" ?

Analisa saya, "Sangat Memungkinkan" akan diserap pasar dan menjadi Most Wanted yang akhirnya membuka daftar indent hingga setahun kayaknya ha...ha...ha. Dengan ukuran harga segitu pasti bidikannya adalah kalangan menegah kebawah dan bisa jadi adalah koorporate untuk Pegawai Negeri. Lalu bagaimana dengan existensi kendaraan roda dua ?

Sementara ini segmen kendaraan roda dua keseluruhan adalah juga menengah kebawah sehingga dengan hadirnya mobil murah ini share kendaraan roda dua memungkinkan akan "sedikit" terkoyak. Mari berandai-andai. Bila DP mobil tersebut dibuka dengan angka Rp. 20 Juta saja, Itu hanya senilai 2 motor. Sebuah keluarga saat ini nyaris rata-rata memiliki 2-3 buah motor. Andai saja yang 2 buah di jual dan digunakan DP MObil, maka masih menyisakan 1 motor untuk operasional di rumah plus memiliki mobil keluarga, aman kepanasan dan kehujanan.

Walaupun secara keseluruhan share roda dua akan mengalami shocking, akan tetapi menurut saya tidak berimpact terlalu parah bagi Yamaha di banding merk lain seperti halnya paha terbang,..eh..sayap terbang. Yamaha nyaris sedikit aman karena penjualan Yamaha kuat dipenjualan retail / ending user bukan korporate/perusahaan. Kondisi ini berbeda 180 derajat dengan merk lain diatas. Sehingga, Yamaha masih memiliki "modal" yang menguntungkan.

Pertanyaannya, Berapa lamakan kendaraan roda dua akan bertahan ? Nah, saya juga jadi ikut-ikutan berandai-andai nih. Apakah efek yang akan muncul akan seperti ini:
  • Kelak betapa sulitnya marketing menjual sebuah motor kalau tidak memiliki skill negosiasi dan mempengaruhi calon konsumen dengan baik ?
  • Betapa membutuhkan diversifikasi strategi penjualan yang bervariatif ?
  • Betapa sulitnya dealer mencapai target jual bila komunitas pelanggan dan database pelanggan hanya menjadi rangkuman pelaporan yang bernilai kosong tanpa diolah secara baik ?
  • Betapa harga kembali carut marut yang ujung-ujungnya 'gak membuat profit perusahaan ?
Nah. apa ya harus sih...marketing-marketing diajari ilmu hipnotis dan gendam agar sekali sentuh pundak orang yang disentuh akan mengatakan iya mau beli motor ha ha ha ha...logis gak ya ?

Selamat berandai-andai dan berfikir deh...biar hidup semakin hidup, karena tulisan ini dipersembahkan bagi pembaca yang mau berfikir ! Piss...


Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. Loving Yamaha SBM - All Rights Reserved
Mobile version BLOGGER INDONESIA